NORWEGIAN WOOD

Norwegian Wood [1]
“Norwegian Wood” karya Haruki Murakami
Judul Asli: Noruwei no Mori; ノルウェイの森

Penulis: Haruki Murakami (Jepang)

Tahun pertama terbit: 1987

Bahasa: Inggris (terjemahan)

Bahasa asli: Jepang

Penerjemah: Jay Rubin

Penerbit: Vintage Books (vintagebooks.com)

Gaya Tulisan: Blidungsroman

Skala Penilaian: 9/10

Norwegian Wood [2]
“Norwegian Wood” karya Haruki Murakami
Kutipan Favorit:

“But I’m not the only one to blame,” Midori continued. “It’s true that I’ve got a cold streak. I recognize that. But if they-my father and mother-had loved me a little more, I would have been able to feel more-to feel real sadness, for example.”

“Do you think you weren’t loved enough?”

She tilted her head and looked at me. Then she gave a sharp little nod. “Somewhere between ‘not enough’ and ‘not at all.’ I was always hungry for love. Just once, I wanted to know what it was like to get my fill of it-to be fed so much love I couldn’t take any more. Just once. But they never gave that to me. Never, not once. If I tried to cuddle up and beg for something, they’d just shove me away and yell at me. ‘No! That costs too much!’ It’s all I ever heard. So I made up my mind I was going to find someone who would love me unconditionally three hundred and sixty-five days a year. I was still in elementary school at the time-fifth or sixth grade-but I made up my mind once and for all”

“Wow,” I said. “And did your search pay off?”

“That’s the hard part,” said Midori. She watched the rising smoke for a while, thinking. “I guess I’ve been waiting so long I’m looking for perfection. That makes it tough.”

“Waiting for the perfect love?”

“No, even I know better than that. I’m looking for selfishness. Perfect selfishness. Like, say I tell you I want to eat strawberry shortcake. And you stop everything you’re doing and run out and buy it for me. And you come back out of breath and get down on my knees and hold this strawberry shortcake out to me. And I say I don’t want it anymore and throw it out the window. That’s what I’m looking for.”

“I’m not sure that has anything to do with love,” I said with some amazement.

“It does,” she said. “You just don’t know it. There are times in a girl’s life when things like that are incredibly important.”

“Things like throwing strawberry shortcake out the window?”

“Exactly. And when I do it, I want the man to apologize to me. ‘Now I see, Midori. What a fool I’ve been! I should have known that you would lose your desire for strawberry shortcake. I have all the intelligence and sensitivity of a piece of donkey shit. To make it up to you, I’ll go out and buy you something else. What would you like? Chocolate mousse? Cheesecake?”

“So then what?”

“So then I’d give him all the love he deserves for what he’s done.”

“Sounds crazy to me.”

Tentang Buku:

[Dari Wikipedia dan Goodreads.com]

Buku novel “Norwegian Wood” ini merupakan cerita nostalgia mengenai kehilangan dan keintiman. Diceritakan menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu seorang pria bernama Toru Watanabe yang mengingat masa-masa kuliahnya di kota Tokyo. Dari ingatan Toru tersebut pembaca dapat melihat bahwa ia membangun hubungan dengan dua wanita berbeda, yaitu seorang gadis cantik serta introspektif namun memiliki permasalahan emosional, Naoko dan gadis ceria yang berbunga-bunga, Midori.

Toru, seorang pria muda yang pendiam dan berprestasi mengabdikan dirinya kepada Naoko. Namun perasaan keduanya terhadap masigng-masing banyak ditandai dengan kenangan atas kematian tragis sahabat mereka di tahun-tahun sebelumnya. Toru mulai beradaptasi dengan kehidupan kampusnya yang berisi kesepian dan terisolasi. Sedang Naoko menemukan dirinya tidak sanggup lagi menahan tekanan dan tanggung jawab kehidupan. Di saat Naoko melangkah semakin jauh masuk ke dunianya sendiri, Toru pun mendapatkan dirinya mulai menjangkau terhadap seorang wainita muda yang independen dan terbebaskan secara seksual.

Novel ini mengambil latar waktu di era 1960-an di mana siswa-siswa Jepang (seperti kebanyakan di negara lainnya) sedang banyak melakukan demonstrasi terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.
“Norwegian Wood” merupakan cerita sedih mengenai kisah cinta seorang mahasiswa kala memasuki usia dewasa. Cerita ini membawa pembaca ke suatu tempat yang jauh di mana terdapat cinta pertama  seorang pria muda yang heroik dan tidak kenal batas.

Haruki Murakami, penulis “Norwegian Wood” mengadaptasi bagian awal dari novel ini dari cerita pendel karyanya yang berjudul “Firefly”.

Kata Saya:

“Norwegian Wood” merupakan karya dan buku kedua dari Haruki Murakami yang saya baca. Dan setelah selesai membaca novel ini, Haruki Murakami resmi menjadi salah satu penulis favorit saya. Saya tahu saya terlambat. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Di buku ini saya sangat salut mengenai bagaimana Murakami bisa sebegitu tepat dan jelas menggambarkan emosi seorang perempuan. Sangatlah tidak mudah bagi seorang penulis untuk secara gamblang namun tepat menuliskan perasaan maupun ungkapan sikap dari tokoh yang merupakan lawan jenis. Tokoh Midori merupakan tokoh yang akan sangat sulit bisa ditulis dan diceritakan secara detail oleh seorang laki-laki dan menurut saya Murakami berhasil mewujudkannya dengan sangat baik.

Ceritanya ringan sekaligus berat. Tipikal cerita-cerita Murakami. Di beberapa bagian kita akan dibawa hanya untuk memahami keseharian tapi di sisi lain ada cerita yang akan membuat kita geleng-geleng karena bingung. Sekali lagi, di sanalah ciri khas dari cerita-cerita Murakami. Novel ini baiknya dibaca oleh orang-orang di usia 18 tahun ke atas menurut saya dan cukup ringan untuk dibaca di sela-sela kesibukan. Pesan saya, jangan terlalu banyak bingung dan nikmati saja. Murakami memang banyak menyelipkan pesan di dalam tulisan-tulisan yang biasa dianggap pembaca tidak penting.

Norwegian Wood [4]
“Norwegian Wood” oleh Haruki Murakami
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s